Selasa, 27 Desember 2011

Kedudukan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi, Penulisan Makalah dan Laporan Buku

A. KEDUDUKAN KARYA TULIS ILMIAH DI PERGURUAN TINGGI
Dilihat dari jenisnya, karya tulis ilmiah terdiri atas makalah, laporan bab atau laporan buku. Dilihat dari tujuan penulisannya, karya ilmiah dibedakan ke dalam dua jenis. Pertama adalah untuk memenuhi tugas-tugaas perkuliahan, yaitu makalah dan laporan bab atau laporan buku. Kedua adalah karya tulis ilmiah yang merupakan syarat yang dituntut dari mahasiswa ketika menyelesaikan program studi, yaitu Skripsi (untuk S1), Tesis (untuk S2), dan Disertasi (untuk S3). (Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; hal. 66)

Karya tulis ilmiah di lingkungan perguruan tinggi mengemban dua misi, yaitu:
1. wahana untuk melatih para mahasiswa mengungkapkan pikiran-pikirannya secara sistematis, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
2. memberikan sumbangan pada sasaran dari segi prosesnya, sehingga yang kedua lebih mengacu kepada produknya. (Djuharie, O. Setiawan. 2001. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi; Hal. 10)

B. PENULISAN MAKALAH DAN LAPORAN BUKU

1. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan. (Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; hal. 68)
Suatu makalah memiliki ciri sebagai berikut:
a. Merupakan hasil kajian literatur dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan.
b. Mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
c. Menunjukkan kemampuan terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan.
d. Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh. (Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; hal. 68)
Makalah yang berlaku di perguruan tinggi terdiri dari dua jenis, yaitu:
a. Makalah biasa (ordinary paper), dibuat mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas. Dalam makalah ini secara deskriptif, mahasiswa diperkenankan mengemukakan berbagai aliran atau pandangan yang ada tentang masalah yang dikaji, juga boleh memberikan saran maupun kritik mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan namun tidak perlu memihak salah satu aliran atau pendapat tersebut. Jadi tidak perlu beragumentasi mempertahankan pendapat tersebut.
b. Makalah posisi (position paper), maksudnya mahasiswa membuat makalah untuk menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. Untuk makalah jenis ini mahasiswa diminta tidak saja menunjukkan penguasaan pengetahuan tertentu tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di pihak mana ia berdiri. Kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi merupakan kemampuan mutlak yang harus dikuasai mahasiswa agar dapat menghasilkan makalah posisi. ((Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; Hal. 68-69)
Makalah biasa dipersyaratkan sebagai tugas setiap jenjang pendidikan, artinya baik mahasiswa maupun diploma, S1, S2, dan S3 dapat dikenakan tugas membuat makalah. Untuk setiap dua sks mahasiswa diharapkan dapat membuat satu makalah. Jadi mahasiswa yang mengambil beban semester sebesar 20-22 sks diharapkan telah membuat 10-11 makalah. (Djuharie, O. Setiawan. 2001. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi; Hal. 12)
Makalah posisi diwajibkan untuk tingkat pascasarjana. Pada tingkat S1, mahasiswa cukup membuat satu makalah posisi setiap satu semester, berhubungan dengan mata kuliah pokok bidang studi. Untuk tingkat pascasarjana atau S2, makalah posisi diharuskan bagi setiap mata kuliah Bidang Studi (BS) di tiap semester. (Djuharie, O. Setiawan. 2001. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi; Hal. 13)
Untuk jenjang S3, makalah posisi sudah merupakan tugas dari tiap mata kuliah bidang studi. Mahasiswa S3 harus mampu mendemonstrasikan posisinya dalam setiap mata kuliah yang ditempuhnya dan harus pula mempertanggungjawabkan posisi tersebut. Jadi minimal satu makalah posisi untuk setiap mata kuliah bidang studi. (Djuharie, O. Setiawan. 2001. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi; Hal. 13)
Makalah biasa maupun makalah posisi terdiri atas:
a. Pendahuluan
Pada bagian ini dikemukakan persoalan yang akan dibahas (latar belakang masalah, masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian).
b. Isi
Mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan. Bagian isi boleh terdiri atas lebih dari 1 bagian.
c. Kesimpulan.
Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dikemukakannya dalam bagian isi. Dalam mengambil kesimpulan, penulis makalah harus kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan. (Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; hal. 70)

2. Laporan Buku
Laporan buku atau laporan bab pada dasarnya adalah karya ilmiah yang mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku atau bab yang dilaporkan. Dalam laporan tersebut, mahasiswa diharuskan merumuskan isi pokok pemikiran dari buku atau bab yang bersangkutan, serta komentar terhadap isi buku yang dilaporkan. (Djuharie, O. Setiawan. 2001. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi; Hal. 14)
Sistematika laporan buku adalah sebagai berikut:
a. Pendahuluan, memberikan gambaran keadaan buku/bab yang dilaporkan seperti judul, pengarang, tahun terbit beserta penerbitan serta alasan pemilihan buku/bab (bukan alasan formal karena ditugaskan, misalnya).
b. Isi buku/bab, mengemukakan isi dari buku/bab yang telah dilaporkan sebagai bukti pemahaman pelapor terhadap buku/bab yang dilaporkan. Hal yang perlu diingat dalam membuat ringkasan isi buku adalah penggunaan bahasa pemuat laporan buku, bukan bahasa buku. Perbandingan tulisan laporan buku dengan buku aslinya harus proporsional dengan tidak menghilangkan bagian-bagian yang terdapat di dalamnya.
c. Komentar, berisi tentang komentar pelapor terhadap isi buku/bab tersebut.
d. Kesimpulan, yaitu berisi tentang kesimpulan tentang buku/bab yang dilaporkan atau implikasi terhadap studi yang dipelajari. Bagian simpulan berisi pandangan atau penilaian penulis laporan buku terhadap isi buku, cara pendekatan yang digunakan pengarang dalam menulis buku, cara penyusunannya, bahasa yang digunakannya, dan teknik pencetakan penerbit buku yang bersangkutan. Penulis memberikan komentar-komentar terhadap keunggulan dan kelemahan buku dengan menekankan bagian-bagian tersebut ditambah saran penulis laporan buku tentang kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalam buku tersebut yang ditujukan kepada pihak penulis buku atau penerbit buku tersebut. Saran tidak bertujuan mendikte, melainkan memberikan gagasan untu perbaikan dalam penulisan buku mendatang (jika buku tersebut dicetak ulang). (Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; hal. 71-72)
Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh jika kita akan membuat tulisan laporan buku:
a. Membaca buku atau artikel yang akan dilaporkan secara keseluruhan dengan berhati-hati dan cermat atau dengan kegiatan membaca pemahaman.
b. Setiap memperoleh bagian-bagian yang penting dan pokok pikiran ditulis terlebih dahulu agar lebih memudahkan di dalam membuat ringkasan.
c. Jika terdapat kata-kata yang tidak jelas atau tidak dipahami, segera lihat dalam kamus agar diperoleh pengertiannya.
d. Penulisan ringkasan bertolak dari pandangan pengarang (point of view of the author), bukan hasil interpretasi.
e. Pada ringkasan, kata-kata yang digunakan kata-kata sendiri, bukan kata-kata pengarang yang dikutip dari buku tersebut.
f. Hindari sekecil mungkin memberikan penambahan pendapat-pendapat kita dalam bagian ringkasan.
g. Memberikan penilaian terhadap keunggulan atau kelemahan buku tersebut secara objektif. (Djuharie, O. Setiawan dan Suherli. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis; hal. 72-73)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar